Riau Jadi Destinasi Wisata Baru di Indonesia

Jumat, 16 Februari 2018

Riau Jadi Destinasi Wisata Baru di Indonesia


Riau Jadi Destinasi Wisata Baru di Indonesia

Riau mulai mencuat namanya menjadi salah satu provinsi dengan beragam destinasi wisata yang makin digemari banyak wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara. Data resmi Kementerian Pariwisata sendiri mengungkap, Riau menjadi provinsi yang mengalami kemajuan pesat, dan berada di peringkat dua dalam hal pengembangan pariwisata setelah Sulawesi Utara.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal, menurut informasi yang diterima, Senin (12/2/2018) mengatakan, sepanjang 2017 ada sekitar 101.904 wisman berkunjung ke Riau. Angka tersebut merupakan capaian surplus 44.388 atau menembus 177 persen dari target yang telah ditentukan.

"Antara realisasi dengan target tahun 2017 sangat positif. Jumlah kunjungan wisman jauh melebihi target. Kalau dibandingkan dengan 2016, selisihnya jauh. Sebab, jumlah kunjungan wisman 2016 hanya 66.130 dengan target 54,388 orang," ungkap Fahmizal.

Melihat prospek yang cerah tersebut, wisata Riau langsung mematok target 60.824 buat wisatawan mancanegara atau naik 3.308 orang untuk 2018. Kemudian buat di 2019,  target ditambah lagi sebesar 64.332 orang.

Sementara itu, buat wisatawan Nusantara di 2018 dipatok 6.550.120 orang, target ini akan terus ditambah di 2019 menjadi 6.828.150 orang. Belum lagi dengan rata-rata wisatawan lama tinggal. Targetnya menjadi 3,75 hari di 2018, untuk 2019 maka durasi menjadi 3,90 hari.

"Kami sudah memiliki perhitungan target kunjungan wisatawan dan lama mereka tinggal di sini. Kami harus terus melakukan evaluasi. Tujuannya agar wisatawan yang datang itu lebih banyak dan mau tinggal lebih lama lagi,” urai Fahmizal.

Jurus Jitu Pemda Riau

Untuk lebih mendongkrak wisata Riau, pemerintah setempat telah mempersiapkan beberapa jurus jitu. Salah satunya adalah dengan berinovasi mengembangkan dan menciptakan destinasi wisata baru, antara lain seperti Kampung Selfie di Tembilahan. Selain itu juga dikembangkan konsep wisata bahari terpadu Pantai Marina Puak yang segera berdiri di Dumai. Pantai ini rencananya akan dilengkapi apnggung hiburan, pusat cenderamata, dan beragam fasilitas wisata lainya.

Kemudahan akses juga menjadi perhatian penting pemda Riau dalam usaha mengembangkan pariwisata kawasan tersebut. Untuk jalur darat, akses sudah dihubungkan oleh jaringan jalan yang tersambung dari arah Padang di sebelah baray, Medan di utara, dan Jambi di bagian selatan. Di sisi udara, Bandara Sultan Syarif Kasim II menjadi salah satu bandar udara tersibuk di Sumatera, dan dicanangkan menjadi bandara internasional.

Sementara di jalur laut, Provinsi Riau memiliki banyak pelabuhan. Hingga kini pembenahan terus dilakukan pada sejumlah pelabuhan dan akan dijadikan ikon pertumbuhan di Riau dan Indonesia.

Pintu Gerbang Internasional

Pelabuhan di Riau adalah Pelabuhan Dumai yang berada 200 kilometer dari Kota Pekanbaru, Pelabuhan Bandar Sri Laksamana Bengkalis, berada di Kota Bengkalis, Pelabuhan Tanjung Harapan Selat Panjang Kepulauan Meranti, Pelabuhan di Kuala Enok Indragiri Hilir, Pelabuhan Internasional di Siak, Pelabuhan Panipahan Rokan Hilir, terakhir Pelabuhan Sungai Duku di Pekanbaru.

"Riau berada di pintu gerbang internasional, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Sehingga, mempengaruhi pertumbuhan di sektor industri dan pariwisata. Pelabuhan-pelabuhan ini terus dibenahi. Karena, menjadi ikon pertumbuhan di Riau dan Indonesia," ungkap Fahmizal menambahkan.

0 komentar :

Posting Komentar